Peta Indikatif Rawan Konflik Aceh

Memahami Risiko Konflik Lahan dan Kekayaan Alam di Aceh Sejak Dini

Peta Indikatif Rawan Konflik Aceh adalah platform informasi publik yang menyajikan gambaran awal mengenai potensi kerawanan konflik lahan dan kekayaan alam di Aceh.

Peta ini membantu pengguna memahami sebaran dan tingkat kerawanan berdasarkan analisis 14 Skenario Konflik dan berbagai parameter.

Informasi yang disajikan bersifat indikatif — memberikan petunjuk awal, bukan penetapan fakta atau penilaian hukum. Peta Indikatif Rawan Konflik ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran, perencanaan awal, dan pengambilan keputusan secara lebih berhati-hati.

👉 Mulai jelajahi peta untuk memahami risiko konflik di wilayah Aceh.

Apa yang Bisa Anda Temukan di Platform Ini?

Peta interaktif yang menampilkan potensi tingkat kerawanan konflik di Aceh berdasarkan 14 skenario konflik lahan dan kekayaan alam.

Skenario Konflik adalah prakiraan jenis konflik yang dibedakan berdasarkan para pihak dan objek konflik.

Tingkat Kerawanan terbagi dalam tiga kategori:

  • 🟡 Rawan Rendah

    Menunjukkan potensi kerawanan konflik relatif rendah berdasarkan parameter indikatif. Bukan berarti tidak ada konflik.

  • 🟠 Rawan Sedang

    Menunjukkan potensi kerawanan konflik lebih tinggi karena adanya faktor kerentanan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan.

  • 🔴 Rawan Tinggi

    Menunjukkan potensi kerawanan tinggi dan mungkin memerlukan perlunya tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi serta persiapan mitigasi.

Fitur Pencarian dan Filter untuk menelusuri informasi berdasarkan wilayah administrasi dan adat, skenario konflik dan manifest konflik.

Manifest konflik merupakan konflik yang telah terjadi.

Penjelasan:
Penandaan tingkat kerawanan menunjukkan tingkat risiko bukan kepastian terjadinya konflik. Rawan tinggi menunjukkan kombinasi faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko konflik, sementara rawan rendah menunjukkan risiko yang relatif lebih rendah berdasarkan faktor-faktor yang sama.

Bagaimana Peta ini Dibuat

Peta disusun melalui metode tumpang-susun (overlay) berbagai data geospasial dari sumber resmi.

Data dianalisis menggunakan 14 Skenario Konflik dan diklasifikasikan ke dalam tiga Tingkat Kerawanan: rendah, sedang, dan tinggi.

Informasi yang dihasilkan bersifat indikatif dan merupakan petunjuk awal potensi risiko konflik. Pendekatan indikatif digunakan karena konflik lahan bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Cara Menggunakan

Gunakan informasi yang tersaji dalam peta itu sebagai informasi awal sebelum melakukan asesmen atau kajian lanjutan.

  1. Menjelajahi Wilayah
    • Gunakan ikon (+)/(-) untuk memperbesar atau memperkecil tampilan
    • Klik pada area berwarna untuk melihat detail informasi.
  2. Menggunakan Filter Wilayah
    • Klik tombol pilihan wilayah (⏷)
    • Pilih wilayah yang tersedia
      (Saat ini: Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam)
  3. Memilih Skenario atau Manifest
    • Klik Pilih Skenario dan pilih salah satu skenario. Misal skenario 1- masyarakat dengan perusahaan terkait lahan dan sumberdaya alam di Area Penggunaan Lain (APL)
    • Pilih jenis Skenario Konflik atau Manifest Konflik. Misal skenario 1- masyarakat dengan perusahaan terkait lahan dan sumberdaya alam di Area Penggunaan Lain (APL) atau manifest konflik - Kab. Aceh Selatan.

Informasi luasan masing-masing Tingkat Kerawanan akan tampil di sisi kiri peta.

Penjelasan ikon-ikon di dalam tampilan peta

Icon globe globe

Berfungsi untuk mengubah tampilan dasar peta (basemap). Klik salah satu, misalnya Dark, maka peta akan berubah tampilannya.

Ikon layer layer

Berfungsi untuk menyalakan atau mematikan data/lapisan.

Ada 3 kategori lapisan yaitu Skenario, Wilayah Administrasi, Jaringan Jalan dan Manifest. Klik salah satu pilihan pada kategori lapisan, misalnya Skenario 3 pada lapisan skenario untuk mendapatkan informasi indikatif kerawanan konflik berdasarkan skenario 3.

Beberapa lapisan dapat diaktifkan bersamaan untuk melihat tumpang-susun informasi. Misal klik Skenario 1 pada lapisan Skenario dan manifest Kab. Aceh Selatan pada lapisan Manifest. Maka Anda akan mendapatkan informasi indikatif kerawanan konflik berdasarkan skenario 3 dan konflik yang termanifestasi di Kabupaten Aceh Selatan.

Icon lokasi lokasi

Berfungsi menunjukkan lokasi konflik yang termanifestasi. Klik untuk melihat detail.

Icon cetak print

Berfungsi untuk menjalankan perintah cetak tampilan peta.

👉 Gunakan informasi secara bertanggung jawab untuk pembelajaran, riset, dan perencanaan.

Pertimbangan dalam Penggunaan Data

Data bersumber dari pembaruan terakhir September 2025 dan bersifat indikatif.

Informasi ini tidak dapat digunakan sebagai dasar keputusan final tanpa kajian lanjutan. Karenanya, pengguna diharapkan menggunakan informasi secara kritis. Pemanfaatan lebih lanjut memerlukan kajian atau riset pendukung yang lebih mendalam.

Tentang Inisiatif

Peta Indikatif Rawan Konflik Aceh dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Mendukung Aksi Multi-stakeholder dalam Penghormatan terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang Terdampak oleh Produksi Pertanian di Indonesia (Supporting Multi-stakeholder Action on Respecting Indigenous Peoples and Local Communities Rights Affected by Agricultural Production in Indonesia).

Inisiatif ini dilaksanakan oleh konsorsium Proforest Indonesia, Earthworm Foundation, dan CRU Indonesia.

Inisiatif ini dilaksanakan oleh konsorsium Proforest Indonesia, Earthworm Foundation, dan CRU Indonesia.

Ingin Tahu Lebih Lanjut?

Untuk pertanyaan, masukan, atau peluang kolaborasi:

CRU Indonesia

Email: info@cruindonesia.org

Telp: 0853-1914-6999 (Ginanjar Tamimy - Manajer Pelibatan CRU Indonesia)